Harga Sembako Jatim Hari Ini: Cabai Rawit Naik, Ayam Kampung Turun

Senin, 19 Januari 2026 | 16:03:10 WIB
Harga Sembako Jatim Hari Ini: Cabai Rawit Naik, Ayam Kampung Turun

JAKARTA - Harga sembako di Jawa Timur terus mengalami fluktuasi dari hari ke hari. 

Hari ini, cabai rawit, cabai keriting, dan daging ayam ras tercatat naik. Sementara itu, cabai besar dan daging ayam kampung turun, sedangkan bahan pokok lain relatif stabil.

Pergerakan harga ini memengaruhi pengeluaran rumah tangga. Informasi harga harian penting agar masyarakat bisa merencanakan belanja secara efisien. Pemantauan rutin juga membantu mengantisipasi lonjakan biaya hidup yang tiba-tiba.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar sembako masih dinamis. Permintaan dan penawaran menjadi faktor utama penentu harga. Fluktuasi harga juga terkait dengan kondisi produksi dan distribusi bahan pokok.

Harga Bahan Pokok Terbaru

Sembako terdiri dari sembilan bahan pokok yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Di antaranya beras, gula, minyak goreng, daging, telur, susu, bawang, garam, dan gas elpiji. Harga masing-masing komoditas hari ini menunjukkan pergerakan berbeda.

Cabai rawit tercatat naik Rp3.608 atau 10,59 persen per kilogram. Cabai keriting naik Rp123 atau 0,46 persen, sementara cabai besar turun Rp302 atau 1,24 persen. Daging ayam ras naik Rp189 atau 0,54 persen, sedangkan ayam kampung turun Rp340 atau 0,49 persen per kilogram.

Minyak goreng curah berada di kisaran Rp18.589 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan premium Rp20.334 per liter. Minyak kemasan sederhana dan Minyakita masing-masing Rp17.500 dan Rp17.012 per liter. Pergerakan harga ini penting bagi masyarakat untuk menyesuaikan belanja harian.

Faktor Pengaruh Harga Sembako

Perubahan harga sembako dipengaruhi berbagai faktor. Biaya produksi yang naik, cuaca ekstrem, hingga bencana alam dapat memengaruhi pasokan. Jika permintaan meningkat sementara pasokan menurun, harga otomatis naik.

Kebijakan pemerintah juga berperan, seperti subsidi, pajak, dan regulasi impor. Kenaikan biaya bahan baku atau transportasi menambah tekanan pada harga pasar. Nilai tukar mata uang lokal juga berdampak pada harga komoditas impor.

Distribusi yang terganggu akibat kemacetan atau masalah logistik dapat memicu fluktuasi harga. Inflasi tinggi membuat biaya barang naik lebih cepat. Oleh karena itu, pengawasan pasar menjadi kunci menjaga stabilitas harga sembako.

Dampak Fluktuasi bagi Rumah Tangga

Kenaikan atau penurunan harga sembako langsung memengaruhi belanja keluarga. Ketika harga naik, daya beli masyarakat bisa menurun. Sebaliknya, harga stabil atau turun membantu menjaga keseimbangan pengeluaran rumah tangga.

Masyarakat perlu strategi berbelanja agar tetap hemat. Memantau harga harian dan memilih alternatif produk bisa membantu. Selain itu, membeli dalam jumlah cukup dan tidak berlebihan dapat menghindari pemborosan.

Fluktuasi harga juga mendorong masyarakat lebih cermat dalam merencanakan kebutuhan dapur. Perubahan kecil pun perlu diperhatikan agar anggaran bulanan tetap terkendali. Kesadaran ini penting agar ekonomi rumah tangga tetap sehat.

Upaya Stabilitas Pasar Sembako

Pemerintah dan pelaku pasar berperan menjaga stabilitas harga sembako. Langkah-langkah pengendalian seperti pemantauan pasokan dan distribusi dilakukan rutin. Intervensi kebijakan juga diterapkan untuk mencegah lonjakan harga signifikan.

Ketersediaan sembako di pasar harus selalu diperhatikan. Penyesuaian harga dilakukan bila terjadi perubahan biaya produksi atau distribusi. Selain itu, pemerintah mendorong transparansi harga agar masyarakat lebih mudah memantau perubahan di pasar.

Kombinasi pengawasan dan kebijakan tepat diyakini mampu menjaga harga tetap terkendali. Dengan demikian, masyarakat dapat merencanakan belanja secara efektif. Stabilitas harga sembako juga mendukung kesejahteraan keluarga dan ketahanan ekonomi lokal.

Terkini